|
BUKU : MENYIBAK TABIR PEREMPUAN BERPOLITIK  Buku yang mengisahkan pengalaman program Penguatan Jaringan Kerja Kelompok Perempuan menuju Masyarakat sipil (Jaker-Permas) di sembilan kabupaten/kota di Jawa Tengah oleh konsorsium tiga lembaga (YKP - Surakarta, Persepsi – Klaten , dan LPPSLH – Purwokerto).
Tujuan penulisan buku ini, yaitu: ingin mengungkapkan pengalaman politik perempuan dari kaca mata perempuan, mendokumentasikan pengalaman perempuan berpolitik untuk memotivasi perempuan agar lebih berani berkiprah dalam pengambilan keputusan berdasarkan pengalaman perempuan lain, melakukan refleksi terhadap gerakan perempuan, sebagai media belajar untuk mengetahui & menuangkan pengalaman perempuan yang dililit persoalan domestik, memberikan apresiasi kepada teman-teman perempuan, termasuk Perempuan Usaha Kecil-mikro (PUK) di berbagai wilayah yang telah berpartisipasi dalam politik praktis, khususnya dalam Pemilu 2004.
Pada intinya, Buku Menyibak Tabir Perempuan Berpolitik berisi tentang pertama: pengalaman perempuan yang berhasil menjadi anggota legislatif (5 perempuan), kedua: pengalaman tujuh perempuan yang kurang berhasil menjadi anggota legislatif (menjadi caleg), dan ketiga: pengalaman dua perempuan yang kurang berhasil menjadi caleg & mengundurkan diri.
Proses Peluncuran Buku "Menyibak Tabir Perempuan Berpolitik"
Kegiatan Peluncuran Buku ini telah dilaksanakan pada 30 April 2008 di Hotel Grand Setia Kawan, Jl. A. Yani No. 290 A Surakarta. Peserta yang hadir dalam peluncuran buku tersebut, terdiri dari: tokoh buku (11 orang), perwakilan Aliansi/Forum Peduli Perempuan di 11 kabupaten/kota (12 orang), Jar-PUK di 11 Kabupaten/Kota (14 orang), Penulis dan atau Pendamping (10 orang), Sayap perempuan partai politik (Golkar, PDIP, PPP, PAN, PD, PDS, PKS, PKB) di 4 kabupaten/kota (12 orang), LSM di Surakarta (12 orang), individu di luar LSM, partai politik, media (2 orang), media/pers (5 orang) serta nara sumber, penanggap, moderator dan fasilitator (6 orang).
Tampil sebagai pembicara pada peluncuran buku adalah Maria Hartiningsih, wartawan harian pagi Kompas dan juga ikut berpartisipasi sebagai editor buku ini;Nurul Arifin yang dikenal sebagai artis dan juga sebagai caleg Golkar pada pemilu 2004; Ani Widyani, dosen Universitas Indonesia dan juga sebagai aktivis perempuan dan Nurul Sutarti sebagai Team Leader Program Penguatan Jaringan Kerja Kelompok Perempuan menuju Masyarakat Sipil(Jaker-Permas) dan juga sebagai salah satu penulis dalam buku ini. Paparan dan tanggapan atas buku "Menyibak Tabir Perempuan Berpolitik" Buku ini merupakan titik balik dari perempuan. Perlu ada kesadaran bahwa politik perempuan itu personal dan yang personal itulah yang diperjuangkan di lingkungan publik. Tapi kita juga melihat bahwa perempuan yang terlibat dalam pengambilan keputusan atau menjadi dewan banyak yang lupa dengan perempuan. Maria Hartiningsih, selengkapnya... Ketika berpolitik, perempuan harus perang melawan diri sendiri, perempuan lain dan laki-laki... Jangan pernah menyerah, jangan kecewa bila mentok di nomor bawah... Perempuan harus tahu angka BPP (30 persennya berapa & di daerah mana), laki-laki tidak mengurus hal itu, mereka membawa gerbong mereka sendiri! Nurul Arifin, selengkapnya... Isi buku ini luar biasa, merupakan pengalaman perempuan biasa yang terjun ke politik... Ketentuan affirmative di UU parpol merupakan terobosan strategis, memaksa partai memperhatikan kader perempuan, mempromosikan dalam kepengurusan dan pencalonan serta tanggung jawab untuk mengkader perempuan... Kenaikan jumlah perempuan akan lebih dimungkinkan di DPRD propinsi dan kab/kota mengingat ketentuan dalam UU 10/2008 hampir tidak mengubah secara substantif ketentuan pemilu 2004. Ani Widyani, selengkapnya... Buku ini ingin mengungkapkan pengalaman politik perempuan dari kacamata perempuan, mendokumentasikan pengalaman perempuan berpolitik untuk memotivasi perempuan agar berani berkiprah dalam kancah politik sambil memperlengkapi diri dengan pengalaman perempuan lain, melakukan refleksi terhadap gerakan perempuan dan menjadi media belajar untuk mengetahui dan menuangkan pengalaman perempuan yang dililit persoalan domestik. Buku ini juga ingin memberikan apresiasi kepada perempuan, termasuk PUK di berbagai wilayah yang telah berpartisipasi dalam politik praktis, khususnya dalam Pemilu 2004. Nurul Sutarti, selengkapnya...  | |