|
 BUKU : MENYIBAK TABIR PEREMPUAN BERPOLITIK Pemaparan Oleh NURUL SUTARTI Nurul memaparkan latar belakang mengapa Konsorsium Jaker-Permas melakukan penguatan kepada kelompok perempuan karena adanya berbagai persoalan perempuan di berbagai aspek dan kurang memperoleh perhatian dari para pengambil kebijakan. Persoalan kesehatan, ditandai dengan adanya hak reproduksi perempuan yang terabaikan (AKI yang masih tinggi, gizi perempuan yang buruk). Persoalan ekonomi, dengan tidak diakuinya usaha yang dikelola perempuan dalam perhitungan ekonomi makro atau tidak masuk dalam produk domestik bruto (PDB). Masalah pendidikan, ditunjukkan dengan angka buta huruf perempuan yang dua kali lipat dibanding laki-laki. Dari aspek budaya, perempuan ditempatkan jauh dari proses pengambilan keputusan. Sedang terkait dengan persoalan politik banyak parpol yang kurang memahami & kurang peduli terhadap kepentingan perempuan. Berdasar berbagai persoalan yang melilit perempuan tersebut mendorong Konsosrsium Jaker-Permas untuk berprogram bersama perempuan melalui penguatan Jaker-Permas di sembilan kabupaten/kota di Jawa Tengah. Hasil program yang dirasa mampu memberikan pencerahan bagi perempuan merupakan pengalaman politik perempuan yang perlu diungkapkan. Melalui Buku Menyibak Tabir Perempuan Berpolitik inilah pengalaman itu dituliskan (diungkapkan).
Adapun tujuan penulisan buku, yaitu: ingin mengungkapkan pengalaman politik perempuan dari kaca mata perempuan, mendokumentasikan pengalaman perempuan berpolitik untuk memotivasi perempuan agar lebih berani berkiprah dalam pengambilan keputusan berdasarkan pengalaman perempuan lain, melakukan refleksi terhadap gerakan perempuan, sebagai media belajar untuk mengetahui & menuangkan pengalaman perempuan yang dililit persoalan domestik, memberikan apresiasi kepada teman-teman perempuan, termasuk PUK di berbagai wilayah yang telah berpartisipasi dalam politik praktis, khususnya dalam Pemilu 2004.
Proses penulisan buku diawali dengan diskusi & sharing para pendamping PUK tentang pengalaman pendampingannya. Sedang metode pengumpulan data dan informasi melalui wawancara (indepth interview) & observasi selama pendampingan serta melakukan klarifikasi terhadap informasi yang diperoleh. Selama proses penulisan kesulitan yang dihadapi penulis, antara lain: sulit menuangkan gagasan secara tertulis & sistematis karena minim pengalaman penulis, proses penggalian informasi lama, karena tumpang tindih dengan aktivitas pendampingan (PUK, kasus KtP= kekerasan terhadap perempuan), susah menyesuaikan waktu dengan nara sumber (caleg perempuan). Pada intinya, Buku Menyibak Tabir Perempuan Berpolitik berisi tentang pertama: pengalaman perempuan yang berhasil menjadi anggota legislatif (5 perempuan), kedua: pengalaman tujuh perempuan yang kurang berhasil menjadi anggota legislatif (menjadi caleg), dan ketiga: pengalaman dua perempuan yang kurang berhasil menjadi caleg & mengundurkan diri.
Dalam pemaparan ini dijelaskan pula beberapa potensi yang dimiliki perempuan yang ditulis dalam buku tersebut, antara lain: belajar politik dimulai dari keluarga, seperti yang dimiliki oleh Endang Pujiastuti, yang sekarang menjadi anggota DPRD Kabupaten Wonogiri. Perempuan juga memiliki potensi sebagai peredam konflik, seperti pengalaman: Qoida, Ruchanah, dan Endang Pujiastuti. Dari semua tokoh perempuan yang ditulis, menunjukkan semua memiliki pengalaman berorganisasi, baik mulai dari PKK, organisasi istri PNS, organisasi mahasiswa, maupun organisasi perempuan lain. Tingkat organisasinya pun juga beragam mulai dari tingkat RT sampai kabupaten/kota.
| |